Kaderisasi Remaja Tanggap Anemia melalui Program "Anemia Fighter" Untuk Mencegah Resiko Stunting
DOI:
https://doi.org/10.53770/amjpm.v5i2.425Keywords:
Anemia, Remaja Putri, Stunting, Peer Education, Kader Kesehatan RemajaAbstract
Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, tetapi juga oleh status gizi perempuan sebelum kehamilan, khususnya kadar hemoglobin pada masa remaja. Anemia defisiensi besi pada remaja putri berisiko berlanjut hingga masa kehamilan dan dapat menyebabkan gangguan fungsi plasenta, hambatan pertumbuhan janin, serta meningkatkan risiko stunting. Di Desa Sungaiselan Atas, Kabupaten Bangka Tengah, hasil skrining Puskesmas Sungaiselan pada Juli 2023 menunjukkan bahwa 33,3% remaja putri di SMAN 1 Sungaiselan mengalami anemia ringan hingga sedang. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD), bahkan sebagian remaja membuang TTD karena efek samping tanpa memahami cara mitigasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan kaitannya dengan stunting serta membentuk kader remaja melalui Program “Anemia Fighter” berbasis pendekatan peer education dan pelatihan keterampilan penyuluhan. Program dilaksanakan selama dua hari, 17 dan 20 Mei 2024, dengan melibatkan 30 remaja putri dan dievaluasi menggunakan desain pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan dari 5,90 ± 1,16 menjadi 7,93 ± 1,53 (mean difference = 2,03; t = 6,71; p < 0,001), dengan 90% peserta mengalami peningkatan skor dan seluruh peserta mampu melakukan simulasi penyuluhan sebaya. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan edukasi, serta berpotensi direplikasi sebagai strategi upstream pencegahan stunting berkelanjutan melalui integrasi kader sekolah dan pemantauan kepatuhan TTD.
References
Arman, A., & Sumiaty, S. (2022). Faktor risiko riwayat anemia kehamilan terhadap kejadian stunting pada baduta. Jurnal Keperawatan, 14(3), 845–850.
Ariyanto, A., Fatmawati, T. Y., & Efni, N. (2025). Peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini anemia pada remaja putri. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 7(1), 9–14. https://doi.org/10.36565/jak.v7i1.721
Astuti, Y., & Kusumawardhani, A. M. (2023). Effectivity between peer group and think, pair, share to knowledge and behaviour prevention anemia in adolescents. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 9(2), 221–230. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol9.Iss2.1417
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Christiana, I., & Budi, Y. S. (2024). Pemberian edukasi kesehatan reproduksi dan pemberian tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan stunting pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 2(2), 222–231. https://doi.org/10.54832/judimas.v2i2.284
Danaei, G., Andrews, K. G., Sudfeld, C. R., Fink, G., McCoy, D. C., Peet, E., Sania, A., Smith Fawzi, M. C., Ezzati, M., & Fawzi, W. W. (2016). Risk factors for childhood stunting in 137 developing countries: A comparative risk assessment analysis at global, regional, and country levels. PLoS Medicine, 13(11), e1002164. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002164
Fajriah, S. N., Zaenab, Z., & Hayati, M. H. (2026). Pengabdian masyarakat melalui pendampingan siswa sebagai peer educator dalam meningkatkan pengetahuan dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) di Kabupaten Jeneponto. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3186–3194. Retrieved from https://bhinnekapublishing.com/ojsbp/index.php/Jpmb/article/view/979
Fatmawati, T. Y., Jeki, A. G., Efni, N., & Hatussaadah, S. F. (2026). Edukasi anemia defisiensi besi pada remaja putri di Pesantren Al Hidayah. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 8(1), 16–21. https://doi.org/10.36565/jak.v8i1.834
Indraguna, S. (2017). Efektivitas pelatihan pembina UKS dalam mencegah anemia remaja putri di Purwokerto. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(11), 321–328.
Julianti, E., & Elni. (2020). Determinants of stunting in children aged 12–59 months. Nurse Media Journal of Nursing, 10(1), 36–45. https://doi.org/10.14710/nmjn.v10i1.25770
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Kenali masalah gizi yang ancam remaja Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2022). Remaja bebas anemia dan stunting: Kunci masa depan. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Kusnadi, F. N. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1293–1298. Retrieved from https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/266
Lestari, E., Shaluhiyah, Z., & Adi, M. S. (2023). Intervensi pencegahan stunting pada masa prakonsepsi: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(2), 214–221. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i2.2994
Lubis, D. A., Hidayati, Y., Nainggolan, W. E., Gultom, R. F. B., & Wulan, R. (2026). Inovasi edukasi digital: Penggunaan e-booklet untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia defisiensi besi di SMA Swasta Primbana Medan. Jurnal Medika: Medika, 5(1), 520–524. Retrieved from http://jmedika.com/index.php/medika/article/view/624
Nurbaiti, L., & Buanayuda, G. W. (2025). Efektifitas promosi kesehatan melalui focus group discussion (FGD) terhadap KAP remaja putri terkait anemia defisiensi besi dalam upaya preventif penurunan stunting. Bima Nursing Journal, 7(1), 17–22. Retrieved from https://jkp.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/bnj/article/view/1768
Rahman, H. N., Nugrahani, C. I., Ferdina, C. S., Christiana, E., Sari, A. P., Iszakiyah, N., ... & Rahman, T. (2023). Cegah stunting sebagai upaya wujudkan generasi emas. Pekalongan: Penerbit NEM.
Ruaida, N. (2018). Gerakan 1000 hari pertama kehidupan mencegah terjadinya stunting (gizi pendek) di Indonesia. Global Health Science, 3(2), 139–151. Retrieved from https://jurnal.csdforum.com/index.php/GHS/article/view/245
Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature review: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan, 1(1), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39
Saputri, R. E., & Nisa, J. (2026). Determinan dan upaya pencegahan stunting pada remaja: Systematic review dalam perspektif kebijakan nasional. Journal of Midwivery, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.63425/ljmw.v2i1.131
Shah, S., Shah, P., Desai, S., Modi, D., Desai, G., & Arora, H. (2016). Effectiveness and feasibility of weekly iron and folic acid supplementation to adolescent girls and boys through peer educators at community level in the tribal area of Gujarat. Indian Journal of Community Medicine, 41(2), 123–128. https://doi.org/10.4103/0970-0218.173498
Susanti, D., Faisal, M., & Yusefni, E. (2025). Pemberdayaan remaja melalui pendidikan dan pelatihan GenRe untuk pendewasaan usia perkawinan dan pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius, 3(1), 118–122. Retrieved from https://jurnal.kesehatan.cendikiajenius-ind.id/index.php/PengabmasKes/article/view/323
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










